Sejarah
Desa Lemahabang

Sejarah Desa Lemahabang berdasarkan cerita rakyat dan tradisi yang masih ada bukti peninggalannya sampai sekarang, terjadinya penamaan Desa Lemahabang bermula dari kedatangan seorang ulama besar bernama Syekh Siti Jenar atau Syekh Lemah Abang.

Beliau melakukan dakwah islam ke plosok-plosok desa, dari satu tempat ke tempat lain. Dilihat dari namanya secara analogi kata “siti” dalam bahasa jawa artinya Lemah dan “Jenar” artinya Abang, jika digabung maka menjadi nama “Lemah Abang”.

Dalam menjalankan dakwahnya, syekh siti jenar atau syekh Lemahabang mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat, hingga pada akhirnya beliau memiliki santri-santri yang begitu banyak. Diantara santri-santrinya itu adalah mbah buyut, mbah ibu, mbah panca kerti dan mbah Kulup.

Bekas petilasan para santri tersebut sampai sekarang masih ada berupa makam-makam beliau yang terpelihara dengan baik dan menjadi tempat Ziarah.

Untuk mengenang jasa besar Syekh Siti Jenar dalam menjalankan dakwah, sepeninggal beliau maka tempat persinggahannya diberinama “Lemahabang” dan Nama itu yang sekarang digunakan sebagai Nama Desa Yaitu Desa LEMAHABANG.

Sebagai penguatan kebenaran cerita rakryat di desa lemahabang, persis di tengah desa terdapat bekas aliran sungai besar, dan di sungai tersebut ditemukan tambang kapal yang cukup besar. Dimungkinkan sungai tersebut sebagai alat transportasi pada zaman dahulu. Hali ini mungkin ada kaitannya dengan kedatangan Syekh Siti Jenar yang konon terkait dengan cerita peran para Wali Songo dan Syekh Siti Jenar pada masa kejayaan Kerajaan Demak.